
"Bagaimana jika seseorang yang paling menyelamatkan hidupmu... ternyata tidak pernah benar-benar ada?"
Sejak kedua orang tuanya memilih jalan masing-masing, dunia Laras ikut runtuh. Hatinya dipenuhi rasa takut akan ditinggalkan. Ia belajar menyimpan air mata, memendam perasaan, dan menjalani hari-hari seperti bayangan yang tak pernah benar-benar hidup.
Hingga suatu sore ketika hujan turun begitu deras.
Di balik bangunan sekolah yang hampir tak pernah dikunjungi siapa pun, berdiri sebuah gudang tua yang selalu diselimuti aroma kayu lapuk dan udara dingin. Di sanalah Laras bertemu seorang remaja laki-laki bernama Senja.
Senja berbeda.
Ia selalu ada setiap kali hujan datang.
Ia mendengarkan tanpa menghakimi.
Ia memahami tanpa perlu dijelaskan.
Di hadapan Senja, Laras tidak perlu berpura-pura kuat. Ia boleh menangis, marah, tertawa, bahkan mengakui semua ketakutan yang selama ini ia sembunyikan dari dunia.
Perlahan, gudang tua itu berubah menjadi satu-satunya tempat yang terasa seperti rumah.
Namun semakin dekat hubungan mereka, semakin banyak kejanggalan yang muncul.
Tak seorang pun di sekolah mengenal Senja.
Tak ada nama Senja dalam data siswa.
Tak ada satu pun kamera yang pernah merekam keberadaannya.
Semua orang berkata Laras selalu datang ke gudang itu... sendirian.
Lalu siapakah Senja sebenarnya?
Apakah ia benar-benar ada?
Ataukah ia hanyalah sosok yang diciptakan hati Laras agar bisa bertahan dari rasa sepi yang terlalu menyakitkan?
Sampai Hujan Reda adalah kisah tentang kehilangan, keluarga yang retak, kesehatan mental, dan harapan. Sebuah novel yang mengajak pembaca menyelami bagaimana luka masa kecil dapat membentuk seseorang, sekaligus bagaimana cinta, penerimaan, dan keberanian mampu mengubah arah hidup.
Dengan atmosfer hujan yang sendu, gudang tua yang penuh misteri, dan hubungan yang menghangatkan hati, novel ini membawa pembaca pada perjalanan emosional yang perlahan mengungkap satu pertanyaan paling menyakitkan:
"Jika seseorang hadir hanya untuk menyembuhkanmu... sanggupkah kamu melepaskannya ketika waktunya tiba?"
Untuk siapa pun yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian, pernah menunggu seseorang yang tak kunjung datang, atau masih berusaha berdamai dengan masa lalu, Sampai Hujan Reda akan menjadi cerita yang terasa begitu dekat—mengingatkan bahwa luka mungkin tidak pernah benar-benar hilang, tetapi kita selalu bisa belajar hidup bersamanya.
Karena terkadang, hujan tidak berhenti saat langit kembali cerah.
Hujan benar-benar reda ketika hati akhirnya mampu melepaskan.
Adam Mudianto
Founder · software engineer
setiap template dibuat & dirawat sendiri. Ada pertanyaan sebelum beli? Hubungi langsung.