Buku Kedua dari Serial "Sampai Hujan Reda" Dia kembali. Nama yang sama. Wajah yang sama. Tapi dia tidak mengenalmu. Laras sudah merelakan Senja pergi. Ia sudah menyaksikan hujan reda, sudah menerima kehilangan itu, sudah belajar berdiri sendiri. Lalu seorang murid baru duduk di bangku sebelahnya — dengan nama yang sama, wajah yang sama, mata yang sama. Tapi anak laki-laki ini tertawa terlalu keras. Ia takut kecoa. Ia punya ibu yang menelepon setiap jam istirahat, punya kota asal, punya seluruh hidup yang tidak pernah menyentuh gudang tua di belakang sekolah. Dan ia sama sekali tidak mengenal Laras. Bagaimana kalau orang yang kembali bukan orang yang pergi? Dalam kisah lanjutan yang lebih gelap dan lebih dewasa ini, Laras terjebak di antara dua dunia: kenangan yang begitu sempurna sampai ia tak sanggup melepaskannya, dan kenyataan yang berdiri tepat di depannya, memohon untuk dilihat. Semakin keras ia mencari Senja lamanya di dalam diri Senja yang baru, semakin dalam ia melukai seseorang yang tidak bersalah apa-apa. Sampai suatu sore di gudang tua itu, semuanya meledak — dan Laras harus menghadapi kebenaran paling menyakitkan: Yang ia cintai mungkin sudah benar-benar tiada. Dan yang ia sakiti adalah satu-satunya yang tersisa. Yang akan kamu temukan di dalam: Kisah cinta remaja yang jujur dan menyayat, tentang duka yang menolak berakhir. Konflik yang terasa nyata — bukan drama buatan, melainkan luka yang tumbuh dari cinta yang salah alamat. Sentuhan fantasi yang perlahan mengaburkan batas antara mimpi dan kenyataan. Persahabatan yang menyelamatkan, dan sebuah rahasia lama milik seorang nenek yang belum siap diceritakan. Dan sebuah akhir yang akan membuatmu menahan napas — di tengah hujan pertama setelah musim kemarau yang panjang. Cocok untuk kamu yang: Menyukai romansa remaja dengan kedalaman emosional. Pernah kehilangan seseorang dan bertanya-tanya apakah rindu bisa membuat kita buta. Menikmati cerita fantasi lembut ala Kimi no Na wa atau Your Lie in April. Suka membaca dalam bahasa Indonesia yang mengalir, hangat, dan tidak menggurui. Spesifikasi: Novel Indonesia, 15 bab, ±8.600 kata. Format PDF mobile-friendly — nyaman dibaca di ponsel tanpa perlu zoom. Tersedia dalam dua versi: Light Mode dan Dark Mode. Dilengkapi ilustrasi dan cover eksklusif. Akses selamanya, unduh kapan saja. "Kamu mencintai orang yang nggak pernah ada. Dan kamu nyakitin orang yang beneran ada." Hujan sudah reda. Tapi ceritanya baru saja dimulai.