
Empat pendaki turun lewat jalur yang salah. Bayu yakin dia hafal gunung ini. Dinda sudah bilang dari jam dua siang bahwa mereka keliru, dan seperti biasa, kalah. Galih punya peta cetak, sudah lapor pos, sudah menghitung — dan memilih diam karena tidak enak. Ratri cuma ingin cepat sampai kasur; tumitnya lecet, dan siapa pun akan memilih jalan yang lebih pendek.
Jam delapan malam, di tengah kabut dan air yang habis, mereka melihat satu lampu kuning di bawah sana.
Pak Mono menyambut mereka seperti anak sendiri. Istrinya menakar bumbu dengan timbangan kuningan, sampai ke gram terakhir, karena bumbu yang benar tidak punya versi kira-kira.
Tidak ada hantu di buku ini. Tidak ada mantra, tidak ada dukun. Yang ada cuma sepasang orang tua yang sangat ramah, sebuah buku tulis bersampul cokelat dengan tiga kolom — nama, tanggal, kelalaian — dan satu keyakinan sederhana bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya tidak sengaja.
Kamu akan lapar di bab tiga. Kamu akan menyesal pernah lapar di bab dua belas.
Garansi 7 hari uang kembali. Nggak cocok atau file bermasalah? Aku perbaiki atau kembalikan dana — dijamin langsung oleh Adam. Selengkapnya
Sampai Hujan Reda (Part 1)Rp 20.000
Memahami dan Membangun AI sendiriRp 50.000
Setelah Hujan Reda (Part 2)Rp 20.000
KANTOR TOXIC, AUMAN SRIGALAGratis
Referensi Palet WarnaRp 15.000Adam Mudianto
Coder · Writter · Comedian · (self claim lol 😁)
Produk digital original dari ide dan kreasi sendiri. Ada pertanyaan sebelum beli? Hubungi langsung.